Valentine Day, Blayag dan Mengguh 

Menyedihkan memang jika para pasangan lagi sibuk-sibuknya mengikrarkan kembali romansa mereka di hari kasih sayang 14 February 2017 ini kami sebagian kecil dari para PanJu lebih sibuk mengurusi urusan perut. Bersliweran orang-orang membeli bunga potong yang mereka anggap mewakili sisi sentimental mereka, atau memborong berjenis jenis camilan cokelat olahan mulai dari kelas warung hingga fine chocolate. Boneka beruangpun tidak lepas dari bagian incaran mereka, kartu-kartu ucapan bernuansa hati merah jambu ( mudah mudahan bukan jambu biji muda) serta pernak pernik dan segala tetek bengek yang mungkin para orang tua yang belum pernah menikmati euphoria sesaat perayaan para penyinta.

Di hari yang di klaim sebagai hari yang paling romantis ini, kami PanJu menuju komplek perumahan yang digadang sebagai perumahan terbesar hingga di beri istilah satellite saat pemasarannya dulu diawal 90an. Ya kami menuju komplek perumahan Dalung, bukan Dolly, bukan pula Semawang ( jika anda mencari Semawang maaf anda salah arah, please make u turn kata GPS yang terpasang di mobil)

Hari ini kami mencari sebatang blayag dan semangkuk mengguh?

Rata-rata anak-anak PanJu mengetahui apa itu Blayag dan Mengguh. Blayag yang boleh dibilang masih sepupu ketupat ini berpenampilan maskulin ( twink twink), lonjong dan padat pastinya mengenyangkan apalagi dicampur kuah be siap ceget, atau base be pasih sere lemo yumm! Nikmat itu memang sederhana, sesederhana olahan nasi berbentuk lonjong padat berbungkus daun kelapa.

Photo courtesy Nyoman Budika via WA. Location: Gede Astika/Dalung

Mengguh sendiri walau tidak semenarik blayag dalam bentuk tetapi rasanya yang jauh lebih nikmat daripada bubur Manado, bagi sebagian orang lebih ekstrim menyebut makanan ini, mengingatkan akan wujud muntahan kucing. Beragam jenis Mengguh ada di kabupaten Buleleng tepatnya mungkin disebelah timur Buleleng. Tanya anak-anak dari desa yang berada di kecamatan Tejakula, jika mereka bilang tidak tahu mengguh maka boleh ditanya kewarasannya. Mengguh boleh dibilang makanan murah meriah tapi sarat gizi. Ada protein disitu yang diwakili oleh ikan atau daging ayam, ada karbohidrat dari beras, vitamin dan mineral dari sayuran dan bumbu pelengkap. Masih memandang rendah terhadap mengguh? Kamu waras?

Mengguh secara philosophy dipercayai sebagai makanan penyatu segala golongan, berbeda beda tetapi tetap satu dalam panci. Harmoni rasa menghasilkan satu kalimat” jaen ne” adalah ekpresi yang tidak boleh dibeli bahkan oleh para politikus

Para leluhur kita memang kreatif, lupakan sushi ( kecuali Susi itu selingkuhan kalian apalagi jika Susi adalah nama pasangan anda) lupakan pula Ramen atau makanan apapun yang terasa enak tapi mahal beralihlah ke Mengguh atau Blayag ( just wondering if blayag is more popular to the ladies and Ketupat to a man? Hmmm) jika anda masih menghormati pekak dan para nini kita, sambil mengingat bahwa sesederhana apapun makanan tersebut, semua berawal dari cinta. Selamat menikmati kasih sayang dari Blayag dan Mengguh ( sayang kami belum beruntung untuk dapat menikmati mengguh, tetapi ada daluman nan segar)

Special thanks untuk Gede Astika sebagai tuan rumah, Nyoman Budika dan Gede Suyadnya yang telah meluangkan waktunya untuk bergabung

Sambil ngerayain Valentine, dengerin juga lagu jadul milik Nicky Astria, Semua Dari Cinta 1984

Ikuti informasi terkini alumni di Google+ dan Twitter

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s